
Apakah itu Salat Iftitah ? Salat Iftitah adalah salat sunah dua rakaat ringan yang dikerjakan sebelum melaksanakan sholat tarawih yang termasuk qiyamu lail pada bulan Ramadhan.
Apakah itu Salat Iftitah ?
Salat Iftitah adalah salat sunah dua rakaat ringan yang dikerjakan
sebelum melaksanakan sholat tarawih yang termasuk qiyamu lail pada bulan
Ramadhan.
Hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA menyampaikan mengenai salat Iftitah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Dalam hadis itu Aisyah berkata: “Adalah Rasulullah SAW apabila akan melaksanakan salat lail, beliau memulai (membuka) salatnya dengan (salat) dua rakaat yang ringan-ringan,” (HR Muslim).
Tata cara salat iftitah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sejumlah salat sunnah lainnya. Tapi, ada sedikit perbedaan pada cara mengerjakan salat sunah dua rakaat ini.
Suara Muhammadiyah dan Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah memberikan jawabannya. Sebagai informasi kami sampaikan bahwa persoalan dan jawaban tentang salat iftitah, saudara bisa membaca:
Namun demikian, berikut ini kami sampaikan beberapa dalil yang berkaitan dengan salat iftitah sebagai berikut;
Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: Adalah Rasulullah saw apabila akan melaksanakan salat lail, beliau memulai (membuka) salatnya dengan (salat) dua rakaat yang ringan-ringan.” [HR. Muslim, bab ad-Du’a fi salat al-lail wa qiyaamih]
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi saw, beliau bersabda: Apabila salah saeorang dari kamu akan melakukan salat lail, hendaklah memulai salatnya dengan dua rakaat yang ringan-ringan.” [HR. Muslim, bab ad-Du’a fi salat al-lail wa qiyaamih]
Artinya: “Abdul Malik bin Syu’aib bin al-Lais telah menceritakan kepada kami, ayahku telah menceritakan kepadaku, diriwayatkan dari kakekku, diriwayatkan dari Khalid bin Yazid, diriwayatkan dari Sa’id bin Abi, diriwayatkan dari Makhramah bin Sulaiman sungguh Kuraib hamba ibnu Abbas ia menceritakan bahwa dirinya berkata: Saya bertanya kepada Ibnu Abbas, bagaimana salat Rasulullah saw pada malam hari dimana saya bermalan di tempatnya sedang beliau (Rasulullah) berada di tempat Maimunah, maka beliaupun tidur, apabila waktu telah memasuki sepertiga malam atau setengahnya beliau bangun dan menuju ke griba (wadah air dari kulit) kemudian beliau berwudlu dan aku pun berwudlu bersama beliau, lalu beliau berdiri (untuk melakukan salat) dan aku pun berdiri di sebelah kirinya, maka beliau menjadikan aku berada di sebelah kanannya, kemudian beliau meletakkan tangannya di atas kepalaku, seolah-olah beliau memegang telingaku, seolah-olah beliau membangunkanku, kemudian beliau salat dua rakaat ringan-ringan, beliau membaca ummul–Qur’an pada setiap rakaat, kemudian beliau mengucapkan salam sampai beliau salat sebelas rakaat dengan witirnya, kemudian beliau tidur. Maka sahabat Bilal menghampirinya sambil berseru; waktu salat wahai Rasulullah, lalu beliau bangkit (bangun dari tidurnya) dan salat dua rakaat, kemudian memimpin salat orang banyak.” [HR Abu Dawud, kitab as-Salat, bab fi salat al-Lail, hadis no. 1157]
Selanjutnya, perlu kami sampaikan bahwa di dalam buku Tuntunan Ramadan yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah hal 87-88 dijelaskan bahwa dari hadis-hadis yang terdapat dalam HPT hal 344-359, di antaranya yang dikutip di atas, tata cara salat iftitah dapat disimpulkan sebagai berikut:
Sumber : https://aisyiyah.or.id/ini-tata-cara-dan-dalil-salat-iftitah/